header-int

Peran Dan Tanggung Jawab Orang Tua

Kamis, 05 Apr 2018, 13:38:58 WIB - 63 View
Share

Dari ujung helai rambut sampai ujung kuku kaki anak harus diperhatikan, maksudnya peran dan tanggung jawab orang tua terhadap putra-putrinya meliputi kesuluruhan aspek. Kecenderungan anak menyalahgunakan obat-obatan terlarang tidak bisa dilepaskan dari perhatian orang tua. Mau tidak mau itu adalah tugas wajib bagi orang tua mengetahui keadaan si anak. Tidak hanya itu lingkungan keluarga, sekolah dan teman sebaya mempunyai peran penting bagi anak. Namun, apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawab terhadap putra-putrinya maka pengaruh negatif apapun bisa di hindari semaksimal mungkin. Dalam kasus ini penulis membicarakan bagaimana cara mensikapi seorang anak yang kecenderungan terhadap narkoba sebagai jalan keluar bagi si anak.  Sebetulnya, banyak hal yang harus dilakukan orang tua untuk menjadikan peran penting dan tanggung jawab itu bisa diandalkan semua para orang tua dalam menghadapi putra-putrinya.

Kali pertama, orang tua harus memberikan contoh kepada anaknya baik dalam lingkup rumah ataupun luar rumah, harus sesuai apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan. Sehingga anak tidak mengecap orang tua dengan “ah ayah bohong, mana kenyataanya bisanya cuman ngomong aja ”. Contoh kasus sederhana yang sering terjadi di kalangan masyarakat seperti orang tua menghendaki anaknya untuk tidak merokok, maka sebaiknya orang tua juga tidak merokok. Selain itu orang tua juga harus jujur dan mengakui kelemahannya kepada anak tanpa harus merasa takut kehilangan wibawa sebagai orang tua.

Dan perlu diingat apapun yang disampaikan anak, baik berita baik atau buruk perlu didengarkan dengan baik. Anak perlu diajak berdialog secara lebih terbuka dan mendalam. Untuk itu diperlukan waktu yang tepat, dengan tetap menjaga kerahasiaan anak, memperhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah laku serta emosi anak.

Bahkan, orang tua perlu mengikuti perkembangan dan permasalahan anak, sehingga dapat memberikan penjelasan bila anak bertanya tentang berbagai permasalahan anak, termasuk masalah narkoba. Untuk itu orang tua perlu belajar dan membaca buku-buku tentang narkoba.

Selain itu, orang tua mampu membuat aturan secara konsisten. Aturan yang dibuat orang tua harus dipertimbangkan dan disetujui bersama dengan semua anggota keluarga. Aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua harus dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk orang tua sendiri. Tradisi keluarga yang baik dalam keluarga perlu tetap diteruskan bersama. Mengajarkan pekerjaan rumah bersama, rekreasi bersama, sholat atau ibadah yang lain, mengakui kesalahan dan meminta maaf baik dari anak kepada orang tua atau sebaliknya orang tua kepada anak, merupakan contoh yang perlu dijadikan kebiasaan.

Untuk mengetahui kemana arah dan bakat anak, orang tua perlu menggali potensi anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan. Pengembangan potensi anak dapat menumbuhkan prestasi bagi anak, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri, harga diri yang positif dan akhirnya anak memiliki jati diri yang stabil. Karena peran orang tua berarti bukan sebagai orang paling tahu akan tetapi harus bisa membimbing anak terutama dalam membantu anak mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan mengembangkan alternative penyelesaian masalah, termasuk dalam mengatasi tekanan dan pengaruh negatif.

Tidak hanya sampai disitu saja, kontrol terhadap anak perlu dilakukan setiap kali anak akan keluar rumah. Orang tua perlu mengetahui kemana tujuan anak pergi, dengan siapa, kapan pulang, dan hal-hal lain yang perlu harus diketahui. Kontrol disini menunjukkan bahwa orang tua punya perhatian khusus kepada anak, dan tidak membiarkan anak bertindak semaunya sendiri. Disamping kontrol yang ketat, orang tua perlu melakukan komunikasi dan dialog dengan anak dan menerima keberatan yang disampaikan anak. Kontrol yang ketat ini mesti disampaikan dengan komunikasi yang baik sehingga tidak ada muncul rasa paksaan terhadap si anak. Keterbukaan satu sama lain menjadi kunci komunikasi yang baik antara anak dan orang tuanya.

Dengan memperhatikan siapa temannya bila anak membawa teman ke rumah, maka orang tua perlu sekali-kali bergabung dengan mereka. Lakukan komunikasi dengan mereka untuk mengetahui dimanatinggalnya, dengan siapa, bagaimana kabar orang tuanya, kegiatan apa yang dilakukan jika ada waktu luang di luar sekolah dan hal lain yang berhubungan dengan kehidupan mereka. Dengan kebiasaan ini akan membuat anak maupun teman temannya menjadi akrab dengan orang tua dan bisa menganggap orang tua sebagai bagian dari kelompok mereka. Sebaiknya orang tua mengetahui nomor handpone mereka atau rumah mereka.

Kemudian, orang tua perlu menumbuhkan kesadaran anak akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang tidak sesuai dengan nilai norma, agama dan aturan-aturan hukum yang brelaku di masyarakat. Sampaikan juga akibat penyalahgunaan narkoba yang mengakibatkan terjadinya putus sekolah, tidak bisa bekerja dengan baik, terlibat tindak kekerasan dan mengganggu ketertiban umum, menimbulkan berbagai macam penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS, kurang diharagai orang, kurang dipercaya orang, dikucilkan dari lingkungan,   merusak   masa depannya dan akhirnya tidak bisa menjadi manusia mandiri.

Disamping itu, dari sejak kecil anak-anak harus dibiasakan untuk terlibat dalam mewujudkan keutuhan dan keharmonisan keluarga, misalnya dengan melakukan makan bersama, ibadah bersama dan diskusi masalah keluarga. Anak perlu terlibat dalam mewujudkan cita-cita keluarga dengan membiasakan hidup hemat, menabung dan tidak berlebihan. Anak perlu diajak untuk menangkal godaan-godaan negatif yang datang dari lingkungan sekolah, rumah atau tempat bergaulnya.

Dan yang terakhir, orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelatihan dan penyuluhan tentang narkoba, mempelajari pengenalan dini gejala atau tanda pengguna narkoba, sehingga dengan pengetahuan yang cukup orang tua dapat segera mengetahui seseorang anak telah mengenal atau mencoba nakoba. Pengetahuan dan ketrampilan lain yang perlu dipelajari adalah pemahaman tentang anak dan remaja, komunikasi efektif, pengetahuan dasar narkoba, identifikasi dan gejala narkoba, daftar lembaga atau perorangan yang dapat membantu keluarga mengatasi penyalahgunaan narkoba, kelompok relawan narkoba, aspek hukum yang berkaitan dengan narkoba, peran orang tua dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, pengembangan program pendidikan tentang narkoba di rumah, sekolah dan masyarakat.

Ini hanya sebagian kecil bagaimana menjalin hubungan harmonis bersama-sama, orang tua dan putra-putrinya. Adapun kenyataan yang perlu diperhatikan adalah adalah komunikasi dan metode penyampaian terhadap putra-putri anda menjadi saran yang utama. (DEDI Humas BNN)

Stop Narkoba, Mari Bersama Selamatkan Generasi Bangsa - ayo segera Rehabilitasi, Gratis !!! Hotline Rehabilitasi : 0852 1334 5468
© 2018 BNN Kabupaten Karimun Follow BNN Kabupaten Karimun : Facebook Twitter Linked Youtube